Wisata Ilusi Mata di Gang Kecil Depok

Bermodal kuas dan cat, sekelompok Pemuda Karang Taruna RW 03 kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, telah menyulap jalanan kampungnya menjadi lukisan tiga dimensi (3D) dan kini ramai dikunjungi wisatawan yang silih berganti memenuhi jalan, berfoto dengan lukisan 3D yang menghiasinya.

Elang Erlangga, pemuda Karang Taruna RW 03 Kelurahan Abadijaya mengatakan, awalnya ia dan anggota Karang Taruna lain tak berniat untuk membangun kampung 3D. Mereka hanya menyalurkan ide kreatif dalam media jalanan yang baru diaspal dan mencoba menggambar objek yang menghasilkan efek tiga dimensi.

“Awalnya jalan Danau Tondano Raya ini di aspal September 2017 lalu. Kita iseng menggambar niatnya sebagai polisi tidur. Minimal orang hati-hati saat lewat jalanan kampung ini karena ada gambar yang dilewati,” ujar Elang.

Mereka pun membuat lukisan 3D berbentuk zebra cross. Efek tiga dimensi membuatnya tidak seperti zebra cross biasa, melainkan tampak timbul jika dilihat dari sudut tertentu, seperti balok-balok yang berada di atas jalan.

Penggunaan zebra cross tiga dimensi untuk memperlambat gerak pengendara mobil dan sepeda motor, sebelumnya telah diterapkan di Islandia, India, Australia dan Selandia Baru.

Untuk membuat satu gambar tiga dimensi, Elang dan pemuda karang taruna lainnya menghabiskan waktu hingga seharian. Menariknya, semua lukisan ini dibuat oleh sekitar 10 orang anggota karang taruna, yang tidak punya keahlian khusus dalam bidang desain atau seni lukis.

“Kita otodidak. Modal keberanian saja. Gambar-gambar kita ambil referensinya dari google. Lalu sketsa awal kita pakai kapur. Setelah digambar, kita keker pakai kamera handphone, untuk mengetahui apakah efek 3D-nya sudah dapat atau belum.”

Bermula dari satu gambar yang dibuat pada akhir September 2017, kini sudah ada belasan gambar tiga dimensi yang menghiasi Jalan Danau Tondano Raya, Depok Timur. Biaya membuat lukisan 3D itu berasal dari sumbangan warga setempat.

Beberapa di antara gambar tiga dimensi tersebut berbentuk perahu, rubik, tangga menuju ruang bawah tanah, jurang, sumur bata merah, permadani terbang, jalan zebra cross hingga kolam hiu.

Berkat media sosial, kreasi yang semula ditujukan hanya untuk membuat lingkungan semakin aman bagi anak-anak ini, berubah menjadi objek wisata baru bagi warga Kota Depok dan sekitarnya. Saban hari, pengunjung datang silih berganti. Mayoritas dari mereka adalah keluarga yang membawa anak-anak. Tidak sedikit yang berasal dari luar Depok.

Mereka berfoto di atas gambar-gambar 3D itu dan mengunggahnya di berbagai platform media sosial, salah satunya Instagram.

“Sejak viral, sehari bisa 300-400 pengunjung. Pengunjung yang paling jauh berasal dari Surabaya dan Lampung. Kita senang sih, karena banyak pengunjung yang berterima kasih karena punya destinasi baru untuk liburan bersama keluarga,” tambah dia.

Untuk masuk ke Kampung 3D ini, Elang mengatakan bahwa pihaknya tak memungut biaya. Pengunjung hanya dikenai biaya parkir seikhlasnya untuk biaya keamanan. Ia berharap dengan tiket gratis ini, pengunjung bisa lebih bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar Kampung 3D.

“Kalau akhir pekan memang ramai banget dan mulai banyak sampah berantakan. Kita siapin trash bag di beberapa sudut jalan agar pengunjung menjaga kebersihan,” ujar dia.

Selain jalanan, ke depannya, Elang mengatakan dinding rumah warga juga akan dihiasi gambar tiga dimensi.

Tertarik berwisata ke Kampung 3D di Depok?