Bupati Aceh Tengah Ajak Warga Tingkatkan Cadangan Pangan

SISIBAIK.ID – Kabupaten Aceh Tengah merupakan daerah pertanian yang didominasi oleh komoditi kopi arabika gayo dan berbagai jenis hortikultura. Namun meski merupakan daerah pertanian, daerah ini tidak  memiliki lahan sawah yang cukup sebagai penyangga ketersediaan pangan.

Total luas lahan sawah produktif di dataran tinggi gayo ini hanya sekitar 5.000 hektar dan tentu saja tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan utama masyarakat yang jumlahnya mencapai kurang lebih 215 ribu jiwa itu, sehingga harus mendatangkan beras dari luar daerah dalam jumlah yang cukup besar.

Diakui oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar bahwa selama ini nyaris tidak ada masalah dengan ketersediaan pangan di daerahnya, karena pasokan bahan pangan dari luar daerah relatif lancar dan daya beli masyarakat akan produk pangan juga memadai karena ditopang oleh hasil dari budidaya kopi arabika dan komoditi hortikultura yang merupakan komoditi andalan daerah ini.

Namun demikian, Bupati Shabela berharap, agar masyarakat terus berupaya meningkatkan cadangan pangan non beras, karena pandemi Covid-19 yang berkepanjangan bisa berdampak pada menipisnya cadangan pangan akibat berkurangnya pasokan dari luar dan menurunnya daya beli masyarakat.

“Kita semua tahu, wabah Covid-19 ini masih belum dapat dikendalikan dan kita juga belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin kita akan mengalami krisis pangan, untuk itu kita harus mengantisipasinya sejak awal,” ungkap  Shabela, Jum’at (25/6/2020).

Selain upaya meningkatkan produksi padi melalui intensifikasi, menurut Shabela, sudah saatnya masyarakat bergerak untuk memperkuat cadangan pangan dengan gerakan menanam berbagai jenis tanaman pangan non  padi sebagai antisipasi jika tejadi kerawanan pangan.

“Lahan sawah kita sangat terbatas, kebutuhan pangan kita sangat tergantung pasokan dari luar daerah, namun upaya peningkatan produksi padi terus kita lakukan melalui intensifikasi, namun demikian kita juga harus mulai bergerak untuk menyiapkan cadangan pangan non padi seperti jagung, ubi kayu dan ubi rambat sebagai langkah antisipasi jika terjadi kerawanan pangan akibat pandemi yang  berkepanjangan ini,” lanjutnya

Untuk merealisasikan program peningkatan cadangan pangan ini, pemerintah kabupaten akan berupaya membantu menyediakan bibit tanaman pangan tersebut dan meminta masyarakat untuk memanfaatkan potensi lahan-lahan marginal untuk memperkuat cadangan pangan.

“Masih banyak potensi lahan yang belum termanfaatkan secara optimal, kita harapkan masyarakat dapat memanfaatkannya untuk memperkuat cadangan pangan dengan tanaman pangan non padi seperti jagung dan umbi-umbian, pemerintah daerah akan berupaya membantu penyediaan bibit untuk mendukung gerakan menanam ini” pungkas Shabela.

Kepada instansi terkait, Bupati Aceh Tengah ini menginstruksikan agar segera menyusun rencana aksi, agar gerakan menanam ini segera terlaksana dan cadangan pangan daerah meningkat, sehingga tidak ada kekhawatiran jikapun terjadi krisis pangan. [MC Aceh Tengah]