Dua Benua Bersua di Kota Bandung

SISIBAIK.ID – Di seluruh dunia, Kota Bandung lebih dikenal sebagai kota yang menyimpan kisah Konferensi Bandung yang bersejarah. Dikenal sebagai Konferensi Asia-Afrika pertama pada tahun 1955. Yang mana pada konferensi tersebut menyatukan 29 negara yang baru merdeka yang mewakili lebih dari setengah populasi dunia.

Delegasi dipimpin oleh para pemimpin legendaris yang meliputi Jawaharlal Nehru dan putrinya Indira Gandhi, Raja Norodom Sihanouk dari Kamboja. Lalu Gamal Abdel Nasser dari Mesir, Perdana Menteri Zhou En Lai dari Cina. Dan tentu saja Presiden Indonesia sendiri Soekarno, dan masih banyak lagi.

Tetapi pada masa kolonial Belanda, di awal abad ke-20, Bandung adalah resor favorit pemilik teh dan kopi. Bandung kemudian juga dijuluki “Parijs van Java” yang elegan, yang juga berarti Paris of Java.

Dari sinilah maka siapapun yang berkunjung masih bisa menikmati mahakarya bangunan Art Deco peninggalan kolonial Belanda, yang meliputi “Gedung Sate” gedung kantor Gubernur Bidakara, Homann Hotel.

Lalu Gedung Merdeka, tempat yang menyimpan sejarah Konferensi Asia-Afrika. Serta beberapa Museum bersejarah masa kolonial lainnya. Bandung juga menyimpan kenangan kuliner khas peninggalan Belanda pada masa-masa itu, yaitu steak Sapi Belanda asli dan bitterballen Belanda.

Ada kata-kata indah yang bilang bahwa memang, “Pasundan (salah satu tanah Sunda di provinsi Jawa Barat) diciptakan ketika Tuhan tersenyum”, ujar MAW Brouwer, seorang psikolog dan penulis terkenal dari Belanda yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di Bandung seperti dirilis indonesia.travel.

Sementara itu, Pidi Baiq – ikon multitalenta seniman dan budaya pop di Bandung mengatakan: “Bandung bukan hanya tempat di peta. Lebih dari itu, ia membangkitkan emosi abadi yang tetap diam di dalam diriku”.

Dua kutipan ini diukir tepat oleh Alun-alun Besar Bandung di jantung kota dan menggambarkan pesona yang tak tertahankan yang mengeja: Bandung.

Bandung juga merupakan kota universitas, yang paling dikenal dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), tempat Presiden pertama Soekarno lulus. Dan yang terus-menerus menghasilkan insinyur serta ilmuwan terbaik di negara itu hingga saat ini.

Bandung sekarang juga dikembangkan untuk menjadi Kota Kreatif. Di mana para millenials dan mahasiswa didorong untuk mengekspresikan kreativitas mereka yang luar biasa dalam seni, musik dan kreasi digital yang inovatif.

Sementara, untuk tren fashion, kota ini jelas tidak ada duanya. Ada banyak factory outlet dan distro yang hadir di sepanjang jalan utama Dago (sekarang disebut Jalan Ir. H. Juanda). Lalu di sepanjang Jalan Riau (secara resmi dikenal sebagai Jalan RE Martadinata), atau dalam perjalanan ke Lembang di Jalan Setiabudi. 

Jika Anda ingin mencari ragam bahan tekstil yang terjangkau, maka Anda harus pergi ke Pusat Perdagangan Pasar Baru. Di sana Sobat Pesona dapat mengasah skill tawar menawar. Dan juga mendapatkan bahan kain yang berkualitas dengan harga terjangkau dalam jumlah yang banyak.