UI dan Warga Depok Olah Sampah di Tengah Pandemi

SISIBAIK.ID – Diberlakukannya kebijakan Work From Home (WFH) selama masa pandemi Covid-19 ternyata mengundang persoalan sampah. Di Kota Depok, Jawa Barat, persoalan sampah semakin serius akibat diberlakukannya kebijakan ini.

Dalam sehari, sampah yang berasal dari rumah tangga mengalami peningkatan 100 ton dari jumlah rerata harian sekitar 600 ton. Penambahan tersebut dikarenakan aktifitas masyarakat lebih banyak di rumah, sehingga produksi sampahnya juga tidak seperti hari-hari sebelumnya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, tim pengabdi Universitas Indonesia (UI) yang diprakarsai dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertema “Tata Kelola Pemanfaatan Hasil Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga untuk Mendukung Pemeliharaan Tanaman Obat Keluarga Toga”.

Eva Andayani, M.Si., ketua peneliti, mengatakan, kegiatan ini sudah berjalan sejak November 2020 hingga sekarang. Mereka merangkul para kader dari Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Delima RW 011 Bedahan Sawangan Depok sebagai mitra.

“Dimulai dengan Focus Group Discussion dengan warga, Tim Pengabdi UI bersama warga melakukan kegiatan pembibitan dan penanaman beberapa tanaman obat keluarga dengan mencoba memanfaatkan pupuk hasil panen dari beberapa lubang biopori milik warga perumahan di Depok,” terang Eva.

Saat ini sudah ditanam sekitar 20 jenis tanaman obat keluarga, seperti Sambiloto, Kunyit, Kunyit Putih, dan Jahe. Keseluruhan tanaman obat tersebut dikelola dengan memanfaatkan pupuk dari hasil pengolahan sampah organik rumah tangga warga melalui teknik biopori.

Nursiti, warga Depok yang berpartisipasi dalam kegiatan ini mengaku terbantu dengan inisiatif ini. ia pun berharap kegiatan serupa sering dilakukan untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. “Sehingga bisa meningkatkan penghasilan tambahan, misalkan cara pembuatan minuman rempah-rempahan,” kata Nursiti.

Senada dengan Nursiti, Lili, Ketua Posyandu Delima, Depok, menyambut baik kegatan ini. ia mengatakan, selama ini kegiatan tanaman obat keluarga sudah dijalankan oleh Posyandu Delima tapi masih memiliki banyak kendala, diantaranya adalah karena masalah ketersediaan lahan dan keterbatasan dana untuk pemeliharaan Toga.

“Program pengabdian ini sangat membantu untuk kegiatan Toga Posyandu dan kalau bisa program pembuatan biopori tidak hanya di RT 003, tapi di semua RW 011 Perumahan Bukit Rivaria Sawangan,” pungkasnya.