Jangkar Perahu, Penarik Rezeki Warga Indramayu

SISIBAIK.ID – Kabupaten Indramayu selain dikenal sebagai daerah agraris juga disebut daerah nelayan terbesar di Indonesia. Salah satu pusat nelayan di Indramayu adalah adalah Desa Karangsong di Kecamatan Indramayu. Jangkar Perahu menjadi salah satu kebutuhan utama bagi sejumlah nelayan ketika hendak menangkap ikan di laut lepas. Profesi pembuatan jangkar inilah yang kemudian menjadi mata pencaharian Sumanta, salah satu warga di desa itu.

Sudah tujuh tahun Sumanta menekuni profesi pembuatan jangkar ini untuk menghidupi satu orang istri dan kedua anaknya. Persis di seberang jalan depan rumahnya ia membuka bengkel pembuatan jangkar. Jangkar perahu berbahan baja dan besi tersebut ia jual berdasarkan bobotnya.

“Biasanya untuk pembuatan jangkar ini kami gunakan sistem kilogram saja dari bahan pokok pembuatan jangkar perahu itu menggunakan baja dan besi,”katanya.

Rata-rata satu jangkar sudah jadi berbobot lima puluh kilogram. Untuk harga baja dan besi Rp40.000 per kilogram nya. Sehingga total harga jangkar perahu bisa mencapai Rp2 juta.

“Harga satu jangkar saya tidak mematok harga tapi menghitung berdasarkan bobot jangkar perahu itu sendiri,” katanya.

Untuk membuat satu jangkar ia menggunakan mesin las dengan diameter jangkar dua meter. Untuk membuat sebuah jangkar Ia membutuhkan waktu dua hari. Dalam satu bulan Suamanta dapat memperoleh keuntungan jutaan rupiah dari usahanya itu. 

“Keuntungan kurang dan lebih boleh lah dua puluh juta rupiah setiap bulan,” bebernya.

Bukan hanya melayani pembuatan jangkar saja. Sumanta juga membuka jasa perbaikan jangkar yang sudah karatan dan rusak. (Diskominfo Indramayu)