Bisnis Burung di Tengah Pandemi COVID-19

SISIBAIK.ID – Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung sampai sekarang sangat mempengaruhi kondisi sosial masyarakat. Tingginya angka kematian dan terganggunya aktivitas ekonomi menjadi salah satu masalah yang pelik untuk dihadapi. Banyak masyarakat yang terdampak aktivitasnya akibat pandemi yang tak kunjung usai. Namun, di tengah permasalahan tersebut, masih ada yang mencoba terus bertahan hidup dengan apa yang mampu dilakukan. Salah satunya adalah bisnis burung di Kawasan Pasar Burung Sleman, Yogyakarta.

Ada banyak aktivitas yang terjadi di Pasar Burung Sleman. Dengan protokol kesehatan, geliat perekonomian masih terlihat di pasar yang juga disebut Pasar Pahing ini, baik itu para pecinta burung yang lalu lalang mencari burung kesukaannya, dan juga para pedagang yang semangat untuk terus berusaha agar dagangannya cepat laku. Salah satunya adalah Wasjianto.

Wasjiato atau akrab disapa Ajek Kenari adalah seorang pedagang Burung Kenari di Pasar Burung Sleman. Ia mengungkapkan bahwa ketika masa pandemi COVID-19 ini, bukan berarti membuatnya tidak bisa beraktivitas.

“Justru di masa pandemi ini harus dapat menyesuaikan diri untuk bertahan hidup, bagaimana agar dapat tetap menghasilkan uang, ya lewat bisnis burung,” ujar Ajek ketika ditemui di Pasar Burung Sleman, Minggu (10/1/2021).

Ia mengungkapkan bahwa untuk menyiasati kondisi suli pada masa pandemi COVID-19 saat ini, ia berusaha menggelar dagangannya tidak hanya di satu tempat saja.

“Jadi di setiap Pasaran, di Pasar Hewan Sleman pada setiap Pahing, dan di Pasar Muntilan pada setiap Kliwon,” jelas Ajek.

Ada berbagai varian Burung Kenari yang dijual oleh Ajek. Mulai dari Kenari AF, AF Super, F1, F2 hingga Yoshere. Harganya pun beragam, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

“Tergantung jenis dan posturnya,” terangnya.

Ajek mengakui, bahwa di tengah pandemi saat ini, ia bersyukur masih ada penggemar burung yang membeli dagangannya, baik untuk dipelihara di rumah, maupun untuk lomba

“Meskipun tidak seramai sewaktu tidak ada corona, yang penting kita sudah ikhtiar,” tutup Ajek. (Arief Hartanto/MC Sleman)