Mengenal Vaksin Nusantara, Vaksin Covid-19 Besutan Terawan

Vaksin ini diklaim dapat membuat antibodi atau kekebalan tubuh bertahan dari Covid-19 seumur hidup.

SISIBAIK.ID – Vaksin Nusantara merupakan vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan di Indonesia dan kini tengah menjadi perbincangan banyak orang. Pengembangan Vaksin Nusantara diinisiasi oleh Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan dikembangkan di RSUP Dr Kariadi Semarang dan Universitas Diponegoro. Pembuatan Vaksin Nusantara juga menggandeng PT. Rama Emerald Multi Sukses (Rama Pharma) bersama AIVITA Biomedical asal Amerika Serikat.

Vaksin ini diklaim dapat membuat antibodi atau kekebalan tubuh bertahan dari Covid-19 seumur hidup. Vaksin ini menggunakan teknologi sel dendritik yang bisa dipersonalisasi untuk satu orang. Singkatnya vaksin nusantara diklaim aman bagi orang dengan komorbid.

Pembuatan Vaksin Nusantara telah melalui sejumlah tahapan. Pertama, pengambilan darah dari tubuh pasien. Lalu, sampel darah tersebtu dibawa ke laboratorium untuk dipisahkan antara sel darah putih dengan sel dendritik atau sel pertahanan yang dapat mengenali penyebab virus COVID-19.

Vaksin Nusantara telah melalui uji klinis tahap 1 dengan melibatkan 27 relawan pada Kamis 17 Februari 2021. Berikutnya, Vaksin Nusantara akan melakukan uji klinis tahap II dengan melibatkan 180 relawan. Terakhir, uji klinis tahap II melibatkan 1.600 relawan.

Peneliti Vaksin Nusantara, Yetty Movieta Nency mengatakan, Vaksin Nusantara hanya membutuhkan waktu satu minggu untuk proses pemubatan hingga proses inklubasi.

“Waktu pembuatan vaksin (Vaksin Nusantara) hanya membutuhkan waktu satu minggu  hingga proses  inkubasi,” jelasnya  kepada awak media, Jumat 19 Februari 2021.

Adapun prosedur pembuatan vaksin akan diambil melalui sel darah putih dari subjek, kemudian diambil sel dendritik. Setelah diambil, pihaknya  akan mengenalkan sel darah tersebut dengan rekombinan SARS-COV-2.

“Setelah itu, sel dendritik akan disuntikan kembali, nanti akan melawan virus corona yang masuk ketubuh subjek,” ujarnya.

Rencananya, vaksin tersebut akan dibuat di tempat pelayanan. Kit dikirimkan ke tempat pelayanan, dimana vaksin dibuat secara lokal. Hal ini memungkinkan  dibuat dimana saja, sehingga menghilangkan kebutuhan fasilitas produksi yang masif, mahal, terpusat dan pengiriman vaksin

“Set up yang dibutuhkan minimal. Setiap RS, Klinik, atau lab klinik komersial dapat membuat vaksin,” katanya.

Vaksin Nusantara yang digagas oleh eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto diklaim dapat memproduksi 10 juta dosis vaksin untuk Covid-19 setiap bulannya.

“Kalau kata Pak Terawan kemarin produksinya bisa mencapai 10 juta dosis setiap bulannya,” jelasnya.

Dia menjelaskan jika vaksin Covid-19 yang diproduksi di RSUP Kariadi itu menggunakn bahan serum darah dan antigen yang diambil dari setiap penerimma vaksin. “Jadi vaksin tersebut diambil dari bahan serum darah dan antigen yang diambil dari penerima vaksin,” ujarnya.

Vaksin Nusantara disebut lebih aman karena bahan serum darah diambil dari tubuh pasien sendiri. Dengan begitu vaksin tersebut tak akan ada campuran bahan-bahan dari luar.

“Lebih aman karena darah kita sendiri yang diambil jadi  vaksin. Tak ada bahan tambahan dari binatang juga, jadi lebih aman dan halal,” imbuhnya.

Selain itu, Vaksi Nusantara bisa menjadi pelengkap dari vaksin-vaksin sebelumnya yang tak dapat digunakan orang yang menderita penyakit seperti kanker dan diabetes.

“Vaksin ini bisa dijadikan alternatif buat yang tak dapat vaksin kemarin. Pasien yang mempunyai penyakit kanker, diabetess bisa divaksiin melalui vaksin ini,” ujarnya.

Vaksin tersebut menggunakan teknologi sel Dendritik di mana satu vaksin dibuat hanya diperuntukkan untuk satu orang sehingga disebut aman bagi orang yang memiliki komorbid.

Meski konsep vaksinasi general diubah menjadi personal, bisa dipastikan produksi massal tetap bisa dilakukan walau sifatnya individual. Yang cukup melegakan, harga vaksin ini cukup terjangkau, yakni sekitar  Rp140 ribu saja.

Tanggapan Kementerian Kesehatan

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan Vaksin Nusantara gagasan eks Menkes Terawan Agus Putranto tidak masalah jika sesuai prosedur, pengawasannya juga akan diperlakukan sama dengan vaksin merek lain.

Nadia menyebut vaksin Covid-19 merek apapun harus lolos uji klinis I,II,III dan mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta rekomendasi halal dari MUI. Namun, katanya, perjalanan Vaksin Nusantara masih panjang karena baru masuk ke tahap kedua.

“Pada prinsipnya, kami Kemenkes adalah pengguna daripada jenis vaksin yang tentunya sudah lolos uji klinis mulai dari tahap 1,2,3 dan yang pasti dapat izin edar, baru artinya kami gunakan dalam program vaksinasi. Artinya, perjalanan masih cukup panjang untuk kemudian digunakan dalam program,” kata Nadia dalam diskusi virtual PB IDI, Minggu (21/2/2021).

Meski begitu, Nadia menyebut Kemenkes akan selalu mendukung vaksin buatan anak negeri yang diketahui saat ini ada dua yang tengah dikembangkan yakni Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara.

“Tentu kalau nanti ada Vaksin Merah Putih ataupun Vaksin Nusantara, itu merupakan potensi Indonesia bisa mencatat salah satu keberhasilan di dunia terkait suplai vaksin,” ucapnya.

MUI Mendukung

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menyatakan dukungan terhadap pembuatan Vaksin Nusantara dan Vaksin Merah Putih buatan anak-anak dalam negeri.

“Ini harus dilakukan, karena Indonesia punya ahli-ahli, dan kita cinta produk Indonesia,” kata Amirsyah di Kantor MUI, Jakarta, Rabu 24 Februari 2021.

Amirsyah menyatakan progres pengembangan Vaksin Nusantara dan Vaksin Merah Putih masih harus melalui pelbagai tahapan panjang ke depannya. Hal itu ia ketahui setelah mengecek ke pihak terkait yang mengurusi kedua vaksin tersebut.

Ia menegaskan MUI akan terus mendorong pengembangan kedua vaksin tersebut agar bermanfaat bagi masyarakat demi terbebas dari pandemi. “Sehingga kita dorong dari MUI agar segera menyelesaikan produksi vaksin tersebut,” kata dia.

Lebih lanjut, Amirsyah memastikan MUI siap untuk mengkaji dan melakukan proses sertifikasi halal bagi Vaksin Nusantara dan Vaksin Merah Putih. Hal itu akan dilakukan bila vaksin tersebut sudah rampung proses uji klinis.

Aspek kehalalan vaksin, kata dia, berguna agar masyarakat bisa nyaman dan aman dalam menggunakan vaksin. Selain itu, membuat Indonesia bisa terbebas dari pandemi virus Corona.

“Termasuk buatan anak bangsa juga, GeNose, kita dorong teman-teman GeNose juga. Itu salah satu alat yang dapat hak paten dari Kemenkes,” kata dia.