Daftar Gunung di Indonesia yang Resmi Dibuka Setelah Lebaran

SISIBAIK.ID – Sejumlah jalur pendakian ke gunung-gunung di Indonesia ditutup selama pandemi virus Covid-19 demi mencegah penyebaran virus mematikan ini makin meluas. Namun, setelah penantian panjang, akhirnya beberapa gunung telah dibuka untuk para pendaki yang sudah rindu bertualang ke alam.

Bila Anda sedang ingin mendaki, berikut daftar gunung yang bisa kembali dikunjungi:

Gunung Rinjani

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) ditutup sejak 12-14 Mei 2021. Kini, para pendaki bisa mengunjungi gunung di utara Pulau Lombok ini. Meski sudah resmi dibuka, aktivitas pendakian masih dibatasi. Ada enam jalur yang dibuka, antara lain Sembalun, Tete Batu, dan Timbanuh di Kabupaten Lombok Timur serta jalur Torean dan Senaru di Kabupaten Lombok Utara, juga jalur Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.

Masing-masing jalur pendakian akan dibatasi kuota pengunjungnya hingga 50 persen saja dari jumlah biasa. Untuk Sembalun dan Senaru, misalnya, hanya dibatasi masing-masing 75 orang saja per hari. Sedangkan untuk Torean dan Tete Batu hanya menerima 30 orang per hari.

Sebelum mendaki, Anda bisa membeli tiket secara daring lewat aplikasi e-Rinjani. Selama mendaki, semua wajib mengikuti protokol kesehatan seperti pemeriksaan suhu tubuh, menggunakan masker, dan bagi warga luar NTB wajib membawa surat keterangan bebas Covid-19.

Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 mdpl merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia. Selain mendaki, pengunjung juga bisa mampir ke kawah yang disebut Danau segara Anak yang airnya biru seperti laut.

Gunung Kerinci

Tanggal 18 Mei 2021, jalur pendakian Gunung Kerinci akan kembali dibuka. Sebelumnya, gunung tertinggi di Pulau Sumatra ini ditutup sejak 5-17 Mei 2021. Hal menarik yang bisa ditemukan bila mendaki Gunung Kerinci adalah pemandangan yang memukau.

Dari ketinggian, Anda bisa menikmati pemandangan berupa bukit barisan yang hijau serta lanskap kota Padang, Bengkulu, Jambi, hingga Samudera Hindia.

Lokasi Gunung Kerinci sendiri berada di perbatasan Provinsi Sumatra Barat dan Jambi. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan habitat harimau dan badak Sumatra.

Gunung Ciremai

Jalur pendakian di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Bantaragung, Majalengka, Jawa Barat, resmi dibuka usai libur Lebaran. Namun perlu diingat bahwa ada pembatasan kuota pendaki yaitu 420 orang per hari.

Bila ingin mendaki Gunung Ciremai, ada baiknya memesan tiket daring terlebih dahulu dan memenuhi syarat seperti membawa surat keterangan bebas Covid-19. Ketahui juga bahwa jumlah rombongan pendaki yang diperkenankan adalah empat orang dan maksimal delapan orang.

Gunung Ciremai yang berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai memiliki luas kawasan hingga 15 ribu hektare. Para pendaki bisa menemukan bunga edelweis kuning yang sering disebut bunga abadi.

Di kaki gunungnya, ada tempat bersejarah yaitu Gedung Perundingan Linggarjati yang jadi saksi perjanjian politik antara Indonesia dan Belanda. Selain itu, ada juga bumi perkemahan Woodland Hulu Ciawi, pemandian alam Cigugut, sumur 7 Cibulan, lembang Cilengkrang, dan cadas gantung. Untuk jalur pendakian ada empat pilihan, yaitu Linggasana, Apuy, Linggarjati, dan Palutungan.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede Pangrango juga sudah bisa dikunjungi lho! Gunung ini terdapat di Pulau Jawa dan memiliki ketinggian 3.019 mdpl. Gunung ini terletak di tiga kabupaten yaitu Bogor, Cianjur, dan Sukabumi, Jawa Barat.

Bila melewati Alun-Alun Surya Kencana, ini adalah spot terbaik untuk menikmati pemandangan bunga edelweiss. Pendaki juga bisa menikmati waktu untuk bersantai di Telaga Biru, danau kecil dikelilingi hutan juga Curuh Cibereum yang terkenal jernih dan memiliki sumber air panas.

Sumber: goodnewsfromindonesia.com