Vaksinasi Merdeka, Polda Metro Jaya Jemput Bola

SISIBAIK.ID – Vaksinasi Covid-19 jemput bola tengah digencarkan oleh para pimpinan kepolisian setingkat Polsek di wilayah hukum Polda Metro Jaya sejak sepekan terakhir. Nama program yang dirilis sejak dua pekan terakhir ini adalah Vaksinasi Merdeka. Tujuannya untuk mencapai kekebalan komunal atau herd imunity terhadap virus corona.

Adalah Kompol Beddy Suwendy, Kapolsek Setiabudi, Jakarta Selatan, yang tampak bersemangat di ruang kerjanya. Pagi itu, Senin 16 Agustus 2021, sambil sesekali menyeruput kopi hitam kesukaannya, Beddy telah tengah menunggu tim relawan vaksinasi Covid-19 untuk menyambangi rumah-rumah warga.

Polda Metro Jaya diketahui ikut turun tangan membantu pemerintah mempercepat vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota melalui program Vaksinasi Merdeka. Selain membuat gerai Vaksinasi Merdeka di sejumlah titik, kepolisian juga mengejar target dengan strategi jemput bola vaksinasi dari rumah ke rumah atau door to door.

Apalagi Polda Metro Jaya menargetkan 100 persen warga di Jakarta telah disuntik vaksin Covid-19 pada 17 Agustus 2021, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Beddy tak menampik, warga di Setiabudi belum seluruhnya divaksinasi. Informasi itu diterima dari Bhabinkatibmas setempat.

Warga enggan divaksinasi sebagian besar karena khawatir terhadap efek sampingnya. Tak sedikit pula yang mengeluhkan lokasi gerai Vaksinasi Merdeka terlalu jauh dan antrean panjang, terutama para lansia. Karena itu, jajaran Polda Metro Jaya menjemput bola.

“Kita datangi semua ke rumah-rumah,” ucap Beddy, dilansir dari liputan6.com.

Sejurus kemudian, deru kendaraan dari halaman Mapolsek Setiabudi mulai terdengar. Rupanya, rombongan relawan dan tenaga kesehatan (nakes) telah datang.

Beddy bergegas menghampiri mereka. Sebentar bercakap-cakap menetukkan RW yang akan disasar. Dia ingat, capaian vakisnasi di Kelurahan Pasar Manggis, terbilang rendah. Mereka pun sepakat berkunjung ke lokasi tersebut.

Setengah jam perjalanan, Beddy sampai di RW 11, Kelurahan Pasar Manggis, Jakarta Selatan. Ia turun dari sepeda motor dan berjalan kaki bersama rombongan menyusuri gang-gang permukiman warga.

Warga Menyambut Gembira
Foto Ilustrasi Vaksinasi Door to Door

Beddy mengamati tembok-tembok rumah yang tertempel sebuah stiker yang menjadi penanda penghuni belum mendapatkan vaksin. Perjalanan mereka terhenti pada sebuah rumah salah satu warga, sebut saja Tarno. Pemilik rumah menyambutnya dengan ramah.

Beddy lantas memperkenalkan diri sebagai Kapolsek Setiabudi. Dia pun menjelaskan maksud kedatanganya.

“Saya datang ke sini mau memvaksin. Siapa yang mau divaksin?” kata Beddy menawarkan.

Beddy semringah begitu dijawab semua penghuni rumah bersedia disuntik vaksin Covid-19. “Kita beri pemahaman agar tidak usah takut, tidak usah ragu. Alhamdulilah animo yang mau divaksin banyak banget, warga senang didatangi seperti ini,” ujar dia.

Petugas nakes mempersilakan satu per satu penghuni duduk di dekatnya untuk diasesmen sebelum disuntik vaksin Covid-19. Sedangkan Beddy duduk bersila bencengkrama dengan para penghuni rumah.

Beddy mengaku akan terus bertandang ke rumah-rumah warga untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Terlebih vaksinasi door to door mendapat respons yang sangat bagus dari masyarakat. Mereka merasa bahagia, polisi hadir di tengah-tengah masyarakat.

Berdasarkan data per 13 Agustus 2021, secara persentase vaksinasi Covid-19 dosis satu di DKI Jakarta telah menyentuh angka 98,1 persen. Diperkirakan tinggal 180 ribu orang yang belum divaksinasi dari target 8.941.211 orang yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Polda Metro Jaya turut menyumbang 50 persen capaian vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta melalui program Vaksin Merdeka. Terdapat 687 gerai Vaksinasi Merdeka yang tersebar di 900 RW di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Belakangan, Polda Metro Jaya mengubah strategi menjemput bola, dari biasanya warga yang mendatangi gerai-gerai Vaksinasi Merdeka. Hal itu mengingat gerai mulai sepi peserta, sementara target vaksinasi tinggal sedikit lagi.

“Nah kami berinovasi, sekarang kita jemput bola, kita door to door,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Kado Istimewa HUT ke-76 RI

Di balik kesuksesan percepatan program Vaksin Merdeka, terdapat peran besar Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran. Saat itu, Kapolda menyampaikan bahwa 17 Agustus 2021 harus memberikan kesan berbeda. Fadil Imran ingin memberi kado HUT ke-76 RI berupa 100 persen warga DKI Jakarta telah divaksinasi Covid-19 .

Fadil memperkenalkan sebuah program bertajuk “Vaksinasi Merdeka”.

Per tanggal 10 Agustus 2021 atau 10 hari sejak program Vaksinasi Merdeka diberlakukan, Kasatgas Vaksinasi Merdeka Komisaris Besar Herukoco mengklaim jumlah masyarakat Jakarta yang mendapatkan vaksin Covid-19 itu sudah mencapai 8.630.890. Jumlah ini, menurut dia, mendekati target yang ditetapkan Kementrian Kesehatan. 

“Kemarin tanggal 10 Agustus 2021 DKI Jakarta telah mencapai angka 8.630.890 orang atau sebesar 96,5 persen dari target yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebesar 8.941.211,” kata Herukoco.

Program Vaksinasi Merdeka adalah salah satu strategi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta untuk mempercepat vaksinasi guna mewujudkan kekebalan komunal masyarakat (herd immunity) 100 persen di Ibu Kota.

Herukoco mengungkapkan dalam Program Vaksinasi Merdeka ini telah disiapkan sebanyak 997 gerai vaksinasi yang tersebar di 900 RW di seluruh Jadetabek. Adapun persebaran gerai itu di Jakarta, yakni di Jakarta Selatan 120 gerai, Jakarta Utara 113 gerai, Jakarta Timur 204 gerai, Jakarta Barat ada 180 gerai, Jakarta Pusat 44 gerai dan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok ada 4 gerai.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat peluncuran program Vaksinasi Merdeka di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan 1 Agustus 2021 mengatakan, jika herd imunity di masyarakat terjadi, maka akan menjadi pertanda baik bagi pertumbuhan ekonomi.

“Karena syarat agar pertumbuhan ekonomi berjalan dan berkembang, kesehatan harus jadi prioritas,” ujar Listyo.