Bangkit di Masa Pandemi dengan Susu Kurma

SisiBaik.ID – Pandemi Covid-19 tidak membuat sejumlah orang putus asa untuk mengeluarkan ide-ide kreatif untuk membuat kreasi yang mampu memunculkan perekonomian baru untuk bertahan hidup. Seperti apa yang dilakukan oleh Gofar (35), pria asal Desa Cempaka, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon itu membuat sebuah kreasi minuman olahan susu kurma.

Ide itu muncul pada saat istrinya kerap kali mengkonsumsi susu kurma pada saat menyusui anaknya. Karena susu kurma di percaya untuk meningkatkan jumlah ASI dan kualitas ASI. Terlebih lagi usaha susu kurma di wilayah Kabupaten Cirebon masih sedikit, sehingga membuat peluang pangsa pasar masih luas dan belum banyak memiliki saingan.

“Terinspirasi sejak istri menyusui anak dan mengkonsumsi susu kurma yang memiliki khasiat sebagai ASI booster atau meningkatkan produksi ASI,” ungkap Gofar seperti dilansir Ciayumajakuning.ID, Jumat (17/9/2021).

Usaha yang dirintisnya sejak akhir tahun 2020 itu hingga saat ini dalam sehari dirinya bisa memproduksi 30-40 botol. Agar dapat masuk ke seluruh kalangan dirinya memodifikasi rasa pada olahan susu kurma, sehingga produksi susu kurma yang diproduksi olehnya memiliki dua varian rasa yakni rasa original susu kurma dan cincau brown sugar.

“Memang sengaja saya memodifikasi rasa supaya masuk di semua kalangan, jadi bukan cuma susu kurma aja saya juga bikin susu kurma ditambah cincau dan brown sugar. Dalam waktu dekat juga saya akan melaunching olahan susu kurma kopi gula aren dan susu kurma korean strawberry milk,” ujar Gofar.

Olahan susu kurma dengan nama brand Kariminum itu dijelaskannya terinspirasi dari bahasa lokal yang artinya tinggal minum agar dapat mempermudah konsumen untuk mengingat nama produk.

“Saya sengaja pakai bahasa lokal apalagi unik supaya gampang diingat aja sih, secara filosofis kan minuman yang saya produksi tinggal minum aja gak perlu repot-repot lagi,” papar Gofar.

Terkait omzet, dirinya menjelaskan sampai dengan saat ini terhitung dalam kurun waktu sebulan bisa meraup Rp 12 juta.

“Alhamdulillah sampai sekarang omzet dalam sebulan bisa nyampe Rp 12 juta,” jelas Gofar.

Untuk dapat menjaga kualitas produk, sambung Gofar, sampai dengan saat ini dirinya masih melakukan produksi secara langsung agar dapat menjaga kualitas produksi dan rasa khas susu kurma dengan varian rasa lainnya.

“Saya masih pegang sendiri olahan susu kurma supaya kualitasnya terjaga,” tutup Gofar.