Strategi Presiden Jokowi Redam Kasus Covid-19 pada Natal dan Tahun Baru

SisiBaik.ID – Momentum Natal dan Tahun Baru dikhawatirkan akan menuai peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia. Meski kini kasus Covid-19 aktif menurun dengan rata-rata 362 kasus setiap hari, tetap saja pemerintah waspada.

Bahkan secara khusus, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajaran kabinet untuk waspada menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Presiden meminta jajarannya tetap serius menangani Covid-19. Terdapat enam perintah yang disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas evaluasi PPKM di Kantor Presiden, Jakarta pada Senin, 22 November 2021.

Pertama, Presiden Jokowi meminta seluruh kementerian dan lembaga menyamakan frekuensi dan tidak terjebak pada ego sektoral. “Jangan terjebak pada ego sektoral. Utamakan kerja sama, utamakan koordinasi,” katanya.

Kedua, dia meminta Satgas Covid-19 melakukan intervensi di lapangan terhadap acara atau kegiatan besar yang akan digelar dalam waktu dekat. Salah satunya helatan KTT G20 di Bali yang akan segera berlangsung.

“Dunia akan melihat kita. Oleh sebab itu, kemampuan kita dalam mengendalikan pandemi ini betul-betul diuji dan utamanya dalam menjalankan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Ketiga, diameminta jajaran kabinet melakukan sosialisasi masif mengenai rencana penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 3 di seluruh Indonesia pada libur Natal dan Tahun Baru.

“Ada beberapa yang menolak PPKM level 3 menginginkan situasi menjadi normal kembali. Tapi kita harus ingat, bahwa apa pun, utamannya ini pariwisata di Bali memang terdampak paling dalam, tetapi perlu dijelaskan apabila situasi tidak terkendali justru akan memukul balik ekonomi dan pariwisata kita,” paparnya.

Keempat, Presiden Jokowi meminta gubernur, bupati dan wali kota menyeimbangkan gas dan rem sehingga bisa mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi yang mulai positif. “Kita tahu di kuartal kedua tumbuh 7,70 persen, kuartal ketiga tumbuh 3,51 persen dan kita harapkan di kuartal keempat ini lebih baik dari kuartal yang ketiga,” paparnya.

Kelima, dia memerintahkan Menteri Kesehatan melakukan langkah-langkah antisipatif guna memastikan kesiapan rumah sakit apabila terjadi lonjakan pasien selama akhir Desember dan awal Januari 2022. “Terutama pemetaan situasi dan terutama di daerah yang berpotensi kasusnya meningkat,” katanya.

Terakhir, ia meminta capaian vaksinasi Covid-19 ditingkatkan dan meminta target 70 persen di akhir tahun bisa tercapai. “Saya minta proaktif jemput bola datangi masyarakat dan saya minta backup dari TNI dan Polri utamanya untuk lansia betul-betul dilakukan. Saya melihat vaksinasi door to door yang dilakukan oleh BIN itu baik,” pungkas presiden. [Asep Saefullah]