Search Intent, Memahami Langkah Penting Menang di Mesin Pencarian

SISIBAIK.ID – Semua pengelola website tentu menginginkan situs yang mereka miliki tampil di daftar teratas di mesin pencarian seperti Google. Lantas, bagaimana caranya agar situs Anda berada di halaman pertama kolom pencarian?

Jawabnya, Anda wajib memahami apa Search Intent agar tampil di daftar teratas mesin pencarian. Menggunakan metode Search Intent dapat membuat situs Anda tampil di halaman pertama search engine.

Apa yang dimaksud dengan Search Intent? Search intent biasa juga dikenal dengan sebutan keyword intent. Search intent adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan tujuan dari pencarian online. Ketika pengguna internet melakukan pencarian secara online, mereka biasanya mencari jawaban, ingin membeli barang, atau mencari informasi tertentu.

Dari hasil pencarian pengguna, Google melakukan analisis. Hasil analisis tersebut digunakan untuk memperbaiki algoritma untuk menentukan apa yang dicari pengguna dan apa yang harus ditampilkan di Google.

Google sendiri melakukan update algoritma secara rutin berdasarkan analisa data yang mereka dapatkan untuk meningkatkan layanan mereka kedepannya.

Portal divedigital,id menuliskan, Search Intent menjadi faktor penting dalam menyusun strategi Search Engine Optimization (SEO). Dengan memahami ini, maka akan membantu Anda dalam mendapatkan performa SEO maksimal.

“Search intent dalam lingkup SEO dapat disebut sebagai tujuan dari seseorang dalam melakukan pencarian pada mesin pencari. Search Intent adalah alasan mengapa orang melakukan pencarian tertentu,” demikian tertulis dalam ulasan tersebut.

Google sebagai mesin pencari dengan pengguna terbanyak, berusaha memahami apa yang menjadi alasan pengguna dalam melakukan pencarian. Hal tersebut terus dilakukan agar menampilkan hasil pencarian paling relevan.

Jenis Search Intent

Berdasarkan tujuan dan manfaatnya, para praktisi yang bergerak di dunia digital marketing dan SEO membagi Search Intent dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :

1. Kebutuhan Pembelian

Yakni pengguna yang berada pada kondisi sudah yakin untuk membeli barang dan kemudian mencari informasi sebelum melakukan transaksi barang tersebut. Pengguna umumnya akan memasukkan kata kunci langsung berupa nama barang yang dimaksud, kemudian ditambah keyword yang bersifat lebih spesifik. Contohnya “jual lemari es bekas” atau “rumah murah Jakarta“.

2. Sarana Navigasi

Saat pengguna ingin mengakses sebuah website tertentu namun sedikit malas untuk mengetik keseluruhan alamat URL, maka yang dilakukan adalah pergi ke mesin pencarian dan kemudian menuliskan kata kuncinya. Itulah contoh search intent bekerja dengan tujuan navigasi. Namun, jenis ini tidak terlalu berpengaruh bagi traffic website, sebab hanya sekadar numpang lewat saja.

3. Kebutuhan Informasi

Biasanya, para pengguna memanfaatkan mesin pencari guna mendapatkan informasi tentang sesuatu hal. Informasi tersebut bersifat mendalam atau hanya untuk sekedar ingin tahu. Kata kunci dengan intensi informasi dapat dikatakan paling mendominasi ketimbang intensi lain. Kemudian, jawabannya juga dapat langsung ditemukan pada quick answer boxyang muncul pada halaman mesin pencari.

Hal ini yang menjadi fokus perhatian tersendiri sebab dengan demikian pengguna tidak perlu lagi membuka di websitetertentu. Tetapi, hal ini dapat berpotensi menurunkan tingkat kunjungan ke sebuah situs.

4. Investigasi Komersial

Hampir serupa dengan transactional search intent, investigasi komersial kerap dilakukan para pengguna untuk kebutuhan pembelian. Namun demikian, di tahap ini pengguna masih mencari tahu informasi sebanyak-banyaknya tentang barang yang hendak dibeli, terutama seputar ulasan produk.

Memaksimalkan Search intent

Search intent sangat berpeluang mendorong kenaikan traffic. Berikut beberapa cara memaksimalkannya.

1. Halaman Arahan yang Efektif

Cara ini dapat diterapkan pada jenis search intent transactional. Tujuannya agar pengguna dapat melakukan pembelian di website Anda. Hal yang perlu Anda lakukan adalah menginformasikan manfaat, keunggulan, dan penawaran produk dalam format gambar serta dilengkapi kalimat copywriting yang jelas. Buatlah deskripsi produk agar dapat membangun rasa percaya dan emosional, dengan demikian akan mampu mendorong pengguna mengambil keputusan.

2. Konten yang Selaras dengan Intensi

Buatlah konten yang sesuai dengan intensi. Contohnya, pada konten untuk intensi informasi sisipkan kata “cara” atau “apa”. Sebab, keyword yang dimasukkan umumnya mengandung kata-kata tersebut.

3. Mengetahui Pesaing

Berikutnya, yang perlu Anda lakukan adalah mengetahui konten dengan tema sama yang menjadi pesaing Anda di peringkat teratas mesin pencarian. Tujuannya, agar Anda juga dapat mempelajari apa yang kurang dan mendapatkan referensi dalam membuat konten yang lebih baik.